Postingan Saya

Benarkah Perjanjian Bukit Sitinjau Laut Tidak Ada ?

Benarkah Perjanjian Bukit Sitinjau Laut Tidak Ada ?
jempolkaki.com
Perjanjian Bukit Sitinjau Laut sangat terkenal di daerah Sumatera Barat-Jambi. Namun, belakangan ini, perjanjian tersebut diragukan keabsahannya. Kenapa ya, perjanjian tersebut diragukan keabsahannya?

Menurut pegiat kebudayaan Kerinci Suhartoni Timbun dan Trah Segindo di grup Facebook 'KERAJAAN KOYING. KEPEMIMPINAN SIGINDO, PAMUNCAK & DEPATI SAKTI ALAM KERINCI' yang mana pendapatnya didapat dari cerita turun temurun dan tambo piagam.

Alasan Perjanjian Sitinjau Laut itu tidak ada:

1. Perjanjian tersebut tidak diakui oleh Depati Empat Alam Kerinci
2. Kerbau bunting yang dijadikan sahnya perjanjian sangat diragukan, karena, kerbau bunting memiliki anak di dalam perutnya yang memiliki nyawa sangat tidak etis dan hanya cemoohan belaka akan adanya perjanjian tersebut.
3. Siak Lengih hidup pada abad ke 13 M, sedangkan perjanjian tersebut baru ada pada abad ke-15 M.
4. Perjanjian tersebut hanya akal bulus saja oleh kerajaan lain yang ingin menguasai Kerinci.
5. Pada masa tersebut yang menguasai Kerinci adalah Depati Rencong Telang, bukan Depati Pancardat.

Berikut saya kutip dari grup 'KERAJAAN KOYING. KEPEMIMPINAN SIGINDO, PAMUNCAK & DEPATI SAKTI ALAM KERINCI' bahwasanya Perjanjian Bukit Sitinjau Laut atau Sumpah Karang Setio itu tidak ada:

Suhartoni Timbun baik lah kito bukak cerito yg sebenarnyo apo yg terjadi dibukit sirinjaulaut brberapa ratus tahun yg lalu yg sy pun tak disanawaktu itu dan andapun tak disana menurut cerita turun temurun yg dituturkan oleh piagam pandai berkata kata pada tahun1880 dan di ceritakan sampai sekarang turun temurun
bukit setinjau laut waktu itu balai balai sudah didirikan kerbau sudah di bunuh datanglah dua orang utusan raja depati lV yaitu satu urang brrgelar depati muaro langkap wakil rajo bandaharo rajo satu urang lagi depati sangka utusan rajo depati lV sesampai nya disana setelah makan sieih sekapur beliau lansung berdiri dan berbicara wahai kayo nan banyak kami datang berdua satu saya satu lagi utusan amanah rajo kito depati sangka mari kito dengar apo amanah dan pesan yg di sampaikan mako berdiri lah satu orang tadi setelah berdiri beliau lansung berbicara
wahai kayo uhang nan banyak dengarlah titah dari Depati rencong telang dan beliau mencabut kerisnya bila keris tercabut berterbangan lah atap sikai org yg ada dlm balai berhamburan keluar serta merta setelah agak tenang balai balai tersebut rubuh kemudian depati sangka melanjutkan titah rajo wahai orang yg banyak dengarlah saya menyampaikan pesan depati rencong telang bahwa unding apo yg nak dibuat ini sy sampaikan titah Depatirencong telang kok yg naik dari indrapuro trah puti marmat usalli balik lah kebaruh bawak undang undang kembali ke minang kabau karna kerinci lah ado undang undang sendiri kok yg naik dari jambi balik lah ke alam barajo jambi trah datuk ketamanggungan bawak lah teliti ke jambi karno kerinci lah ado teliti usul dgn pariso dengar lah uhang nan banyak balik lah ka nag ri masing masing dak ado sumpahkarang setio disini tanpa se izin rajo depati empat kemudian di tikam kankeris ketanah hingga rumput berterbangan dan beliau bertitah lagi hai rajo mudo pancardat ikut kami kepulau sangkar karna disana menunggu depat nan tigo makok berjalan lah mereka dari sana selasai lah unding rajo indro puro kembali ke indra puro temenggung pulang ke masumai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Habib Amnur Designed by Templateism | Blogger Templates Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.